Sabtu, 17 November 2012

Untaian Kata Malam





Malam ini
ku kembali terpaku di kursi yang tak lagi empuk itu
melipat kaki mencoba merangkai kata
dan di setiap asap yang kuhirup
menghadirkan kata di benakku
menatap sang rembulan yang setia hadir
melihatku merangkai ribuan kata

kopi tadi sore pun sengaja tak kuhabiskan
untuk menemani malam ini
merasakan indahnya suasana malam
walau dingin menusuk hati
merasuk ke jiwa yang sepi
belaian angin pun terasa seperti menampar

perlahan ku seruput kopi ini
kuhisap kembali rokok yang tadi
walau tak sehangat tadi
tak menjadi masalah bagiku

aku pun tak tau
mengapa disetiap ada mereka
kuingin merangkai kata
lagi...dan lagi
walau aku bukan pujangga
tapi aku kan terus merangkai

dan akupun kehabisan kata kata
kopi hanya tinggal dedak
rokok pun hanya tinggal puntung
mungkin esok malam
akan kata yang lebih indah dari ini
kuucapkan Selamat Malam

Sepucuk Kenangan Pagi Ini




Terjaga ku diujung pagi
Mentari masih tertutup awan kelabu
Berharap hujan turun hari ini
Membawa sejuta kenangan
Pagi ini
Ku tak lagi duduk di kursi itu
Menghirup udara sejuk 
Walau tak empuk
Tapi aku betah duduk disana
Menatap butiran butiran air
Yang mulai membasahi jendela
Memancarkan aroma yang khas
Tapi semua berbeda saat ini
Kuberada jauh dari semua itu
Yang bisa kulakukan
Hanya menyimpan kenangan itu
Ditempat yang paling indah
Belaian angin dingin menyadarkanku
Perlahan kuseruput kopi
Sembari menghisap kenangan
Lagu kenangan pun mulai meredup
Seiring berjalannya waktu

Jumat, 09 November 2012

November Terbalut Sepi




November akhirnya datang menghampiri
Rintik air pun berjatuhan
Membasahi ranting - ranting kering
Membuatnya terlihat usang
Sesekali kulihat jendela
Tak ada yang berubah
Hanya sekumpulan ilalang
Yang selalu melambai kearahku
Seakan mengajakku menari diantara mereka
Dinginnya belaian angin
Terasa begitu menusuk tulang
Tak seperti tahun lalu
November kali ini kuharus berteman dengan sepi
Kuterus melangkah
Dijalan yang berbatu yang terbungkus kabut
Sembari memunguti serpihan jiwa yang terbang entah kemana

Rabu, 17 Oktober 2012

Sepucuk Kenangan




Setelah apa yang kulalui
Aku hanya bisa Berkata Mungkin
Mungkin ini adalah sebuah awal yang baru

Mengenang semua yang pernah aku lalui
Bersama secangkir kopi sore ini
Yang selalu ku nikmati sendiri
Walau harus bergulat dengan sepi

Aku tak lagi menjaga meja itu
Meja yang penuh dengan kenangan indah
Penuh dengan canda dan tawa
Menatap rintik hujan menyentuh bumi
Dan ilalang yang menari dengan lembut
Seakan melambaikan daunnya kepadaku

Ingin rasanya aku kembali ke meja itu
Bersama alunan music yang tak asing ditelingaku
Tapi semua itu hanya masa lalu
Indah memang. . .
Dan semua itu akan kusimpan rapi 
Yang sewaktu - waktu kan ku buka kembali

Sabtu, 01 September 2012

Sore dan Hujan




Indahnya langit senja
dibalut rintik rintik hujan alangkah sejuknya
tempiasnya hantarkan dingin dan basah di lengan bajuku. 
aku menyudut dan merapatkan tubuhku 
pada tembok teras yang sebagain catnya sudah mengelupas
kurasakan lembutnya belaian angin
mengamati tiap tetesnya mengecup bumi

hujan selalu sisakan aroma pada rerumputan 
pada tanah dan pada aspal saat berhenti
mengetuk hati kecilku dan mengajak menari 
dalam kenangan dibawah rintik yang kian deras.
kulihat bocah bocah berlari dengan riang
penuh tawa dan canda diantara mereka

aku selalu menikmati suasana seperti ini
sendiri dan menyimpannya
agar kelak dapat ku ingat kembali
tapi sayang hujan disini tak pernah lama
hanya basa basi
hanya untuk membangkitkan gairahku
untuk merangkai kata
padahal aku ingin lebih lama
ingin larut dalam suasana seperti ini
bersama sebungkus kretek yang setia menemani